Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.
Nama itu mengandung doa.
Tips Memberi Nama Anak
.
Humor Sejenak
.
BARU LAHIRSeorang bayi yang baru lahir, yang masih berada di rumah sakit, berkata kepada bayi yang berbaring di sampingnya, "Aku pasti bayi laki-laki!"
Bayi yang satunya bertanya, "Kok kamu yakin?"
"Rahasianya ada di bawah selimutku ini; Aku dapat memperlihatkannya padamu ...."
"Aku mau lihat! Aku mau lihat!"
"Sssstt!! Tunggu sampai suster-susternya pergi deh ...!"
Beberapa menit kemudian, "Aku bisa ngeliatin ke kamu sekarang ..., nihh lihat nihhh ...."
Perlahan bayi itu menyingkirkan selimutnya, dan bayi yang satunya langsung berusaha melihatnya.
"Bisa lihat nggak?" tanya bayi yang pertama. "Yang di bawah ini lho."
"Apa sih?" tanya bayi yang satunya.
"Aku pakai kaos kaki biru!"
"Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap." (Markus 4:22)
1 KATA
seorang pria baru sembuh dari pembedahan saat seorg perawat menanyakan bagaimana perasaannya -- pria tersebut dibius lokal waktu opreasi.
"Saya baik-baik saja, cuma saya masih sebal dengan 1 kata yang sering diucapkan dokter waktu mengoperasi saya," katanya.
"Memang dokter bilang apa?" tanya perawat
"Uups!"
Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja. (Amsal 14:23)
PENGORBANAN
Sebelas orang bergantung pada sebuah tali yang tergantung pada helikopter, sepuluh pria dan satu wanita. Tali itu tidak kuat menahan beban mereka semua, jadi mereka memutuskan harus ada satu orang yang menjatuhkan diri. Jika tidak, mereka semua akan jatuh. Mereka bingung siapa yang harus merelakan diri jatuh, tapi kemudian si wanita mengatakan sesuatu yang menyentuh. Ia berkata bahwa ia merelakan diri jatuh karena sebagai wanita, ia terbiasa memberikan apa pun untuk suami dan anak, dan untuk pria secara umum, tanpa mengharap balasan.
Setelah ia selesai berkata itu, semua pria itu bertepuk tangan.
dan matilah semua pria.
"Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati." (Mazmur 97:11)
KOMPETISI YANG SEHAT
Penjaga toko sangat marah karena di sebelahnya dibuka toko yang mirip dengan tokonya, dan memasang papan pengumuman besar: "Harga Terjangkau".
Kemudian di sebelah kanan tokonya, dibuka juga toko lain yang memasang papan pengumuman yang lebih besar: "Harga Termurah".
Si penjaga toko panik, sampai akhirnya dia dapat ide. Ia memasang papan pengumuman paling besar di tokonya sendiri dengan tulisan "Pintu Masuk Utama".
"Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan." (Amsal 8:9)
UANG NGOBROL
Uang kertas 1 dolar ketemu dengan uang kertas 20 dolar, lalu bilang, "Hey, ke mana saja kamu? Aku jarang lihat kamu akhir-akhir ini."
Uang kertas dua puluh dolar menjawab, "Aku habis pergi dari kasino, naik kapal pesiar, lalu ke pertandingan bola, ke supermarket, dan hal-hal semacam itulah .... Kalau kamu?"
Uang kertas satu dolar bilang, "Tau sendirilah ... seperti biasa, aku di gereja terus ...."
"Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu .... "(Keluaran 34:26a)
TANDA-TANDA CINTA
Dua orang sahabat sedang ngomongin tanda-tanda cinta.
"Kelihatannya aku pernah jatuh cinta sebanyak tiga kali," kata salah satunya.
"Kok bisa?" tanya temannya.
"Lima tahun lalu, aku benar-benar sayang sama cewek yang nggak mau berurusan denganku."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu obsesi. Lalu dua tahun lalu, aku bener-bener sayang sama seorang cewek seksi yang nggak ngerti aku."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu nafsu. Dan tahun lalu, aku ketemu cewek di kapal menuju Karibia. Doi cerdas, pinter, dan ramah. Dan setiap aku buntutin doi di atas kapal, perutku mual."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu mabuk laut."
"Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk!" (Mazmur 75:4)
Cerita Seorang Pencuri
.
Suatu ketika, tinggallah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu, terdiri dari orangtua, dan kedua anak laki-lakinya. Kekayaan mereka sangatlah berlimpah. Lumbung mereka, penuh dengan tumpukan padi dan gandum. Ladang mereka luas, lengkap dengan ratusan hewan ternak. Namun, pada suatu malam, ada pencuri yang datang ke lumbung mereka. Sebagian besar padi yang baru di tuai, lenyap tak berbekas. Tak ada yang tahu siapa pencuri itu. Kejadian itu terus berulang, hingga beberapa malam berikutnya. Akan tetapi, tak ada yang mampu menangkap pencurinya.
Sang tuan rumah tentu berang dengan hal ini. "Pencuri terkutuk!!, akan kuikat dia kalau sampai kutangkap dengan tanganku sendiri." Begitu teriak sang tuan rumah. "Aku akan menangkap sendiri, biar rasakan pembalasanku."
Kedua anaknya, mulai ikut bicara. "Ayah, biarlah kami saja yang menangkap pencuri itu. Kami sudah cukup mampu melawannya. Kami sudah cukup besar, tentu, pencuri-pencuri itu akan takluk di tangan kami. "Ijinkan kami menangkapnya Ayah!"
Tak disangka, sang Ayah berpendapat lain. "Jangan. Kalian masih muda dan belum berpengalaman. Kalian masih belum mampu melawan mereka. Lihat tangan kalian, masih tak cukup kuat untuk menahan pukulan. Ilmu silat kalian masih sedikit. Kalian lebih baik tinggal saja di rumah. Biar aku saja yang menangkap mereka." Mendengar perintah itu, kedua anaknya hanya mampu terdiam.
Penjagaan memang diperketat, namun, tetap saja keluarga itu kecurian. Sang Ayah masih saja belum mampu menangkap pencurinya. Malah, kini hewan ternak yang mulai di ambil. Ia sangat putus asa dengan hal ini. Dengan berat hati, di datangilah Kepala Desa untuk minta petunjuk tentang masalah yang dialaminya. Diceritakannya semua kejadian pencurian itu.
Kepala Desa mendengarkan dengan cermat. Ia hanya berkata, "Mengapa tak biarkan kedua anakmu yang menjaga lumbung? Mengapa kau biarkan semua keinginan mereka tak kau penuhi? Ketahuilah, wahai orang yang sombong, sesungguhnya, engkau adalah "pencuri" harapan-harapan anakmu itu. Engkau tak lebih baik dari pencuri-pencuri hartamu. Sebab, engkau tak hanya mencuri harta, tapi juga mencuri impian-impian, dan semua kemampuan anak-anakmu. Biarkan mereka yang menjaganya, dan kau cukup sebagai pengawas." Mendengar kata-kata itu, sang Ayah mulai sadar. Pada esok malam, diijinkanlah kedua anaknya untuk ikut menjaga lumbung. Dan tak berapa malam kemudian, ditangkaplah pencuri-pencuri itu, yang ternyata adalah penjaga lumbung mereka sendiri.
Teman, pernahkan Anda bertanya kepada anak kecil tentang cita-cita dan harapan mereka? Ya, bisa jadi kita akan mendapat beragam jawaban. Suatu ketika mereka akan menjadi pilot, dan ketika lain mereka memilih untuk menjadi dokter. Suatu saat mereka akan mengatakan ingin bisa terbang, dan saat lain berteriak ingin dapat berenang seperti ikan. Walaupun pada akhirnya kita tahu hanya ada satu jawaban kelak, namun, pantaskah jika kita melarang mereka semua untuk punya harapan dan impian?
Begitulah, seperti halnya dalam cerita diatas, ada banyak pencuri-pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita. Mereka, mencuri semua impian, dan merampas harapan-harapan yang kita lambungkan. Mereka, selalu menghadang setiap langkah kita untuk mencapai tujuan-tujuan hidup.
Bisa jadi, pencuri-pencuri itu bisa hadir dalam bentuk orangtua, teman, saudara, atau bahkan rekan kerja. Namun, yang sering terjadi adalah, kita sendirilah pencuri harapan dan impian itu. Kita sendirilah pencuri yang paling besar menghadang setiap langkah. Kita sering temukan dalam diri, perasaan takut, ragu, dan bimbang dalam melangkah.
Terlalu sering kita mendengarkan suara kecil yang mengatakan, "Saya tidak bisa, saya tidak mampu." Atau, sering kita berucap, "Sepertinya, saya tak akan mungkin mengatasinya." "jangan, jangan lakukan ini sekarang, lakukan ini nanti saja. Terus seperti itu. Kegagalan, sering kita jadikan peniadaan dalam melangkah.
Namun, teman, seringkali bisa keliru. Kegagalan, adalah sebuah cara Allah untuk menunjukkan kepada kita tentang arti kesungguhan. Kegagalan, adalah pertanda tentang sebuah usaha yang tak akan berakhir. Kegagalan, adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana meraih semua harapan yang terlewat.
Memang, tak ada kesuksesan yang diraih dalam semalam. Karena itu, yakinlah, dengan kesabaran kita akan dapat meraih semua harapan dan impian. Maka, yakinlah dengan semua impian kita. Jika kita mampu, dan nurani kita mengatakan setuju, jangan biarkan orang lain mencuri impian itu--terutama oleh diri kita sendiri.
Dan teman, jangan jadikan diri kita pencuri-pencuri impian orang lain. Yakinlah dengan itu semua, sebab Allah selalu akan bersama kita.
Point Guard “Ricky Rubio” Akan Kembali Perkuat Timberwolves
.
Ricky Rubio Memperoleh Rekor 14 assists Lebih Cepat Dibanding John Stockton Dan Magic Johnson
.
Performa Alami Kemajuan, Villa Semringah
.
Villa Bicara Soal Golnya ke 301
.
Jumat, 04 Januari 2013
Tips Memberi Nama Anak
Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.Nama itu mengandung doa.
Humor Sejenak
BARU LAHIRSeorang bayi yang baru lahir, yang masih berada di rumah sakit, berkata kepada bayi yang berbaring di sampingnya, "Aku pasti bayi laki-laki!"Bayi yang satunya bertanya, "Kok kamu yakin?"
"Rahasianya ada di bawah selimutku ini; Aku dapat memperlihatkannya padamu ...."
"Aku mau lihat! Aku mau lihat!"
"Sssstt!! Tunggu sampai suster-susternya pergi deh ...!"
Beberapa menit kemudian, "Aku bisa ngeliatin ke kamu sekarang ..., nihh lihat nihhh ...."
Perlahan bayi itu menyingkirkan selimutnya, dan bayi yang satunya langsung berusaha melihatnya.
"Bisa lihat nggak?" tanya bayi yang pertama. "Yang di bawah ini lho."
"Apa sih?" tanya bayi yang satunya.
"Aku pakai kaos kaki biru!"
"Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap." (Markus 4:22)
1 KATA
seorang pria baru sembuh dari pembedahan saat seorg perawat menanyakan bagaimana perasaannya -- pria tersebut dibius lokal waktu opreasi.
"Saya baik-baik saja, cuma saya masih sebal dengan 1 kata yang sering diucapkan dokter waktu mengoperasi saya," katanya.
"Memang dokter bilang apa?" tanya perawat
"Uups!"
Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja. (Amsal 14:23)
PENGORBANAN
Sebelas orang bergantung pada sebuah tali yang tergantung pada helikopter, sepuluh pria dan satu wanita. Tali itu tidak kuat menahan beban mereka semua, jadi mereka memutuskan harus ada satu orang yang menjatuhkan diri. Jika tidak, mereka semua akan jatuh. Mereka bingung siapa yang harus merelakan diri jatuh, tapi kemudian si wanita mengatakan sesuatu yang menyentuh. Ia berkata bahwa ia merelakan diri jatuh karena sebagai wanita, ia terbiasa memberikan apa pun untuk suami dan anak, dan untuk pria secara umum, tanpa mengharap balasan.
Setelah ia selesai berkata itu, semua pria itu bertepuk tangan.
dan matilah semua pria.
"Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati." (Mazmur 97:11)
KOMPETISI YANG SEHAT
Penjaga toko sangat marah karena di sebelahnya dibuka toko yang mirip dengan tokonya, dan memasang papan pengumuman besar: "Harga Terjangkau".
Kemudian di sebelah kanan tokonya, dibuka juga toko lain yang memasang papan pengumuman yang lebih besar: "Harga Termurah".
Si penjaga toko panik, sampai akhirnya dia dapat ide. Ia memasang papan pengumuman paling besar di tokonya sendiri dengan tulisan "Pintu Masuk Utama".
"Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan." (Amsal 8:9)
UANG NGOBROL
Uang kertas 1 dolar ketemu dengan uang kertas 20 dolar, lalu bilang, "Hey, ke mana saja kamu? Aku jarang lihat kamu akhir-akhir ini."
Uang kertas dua puluh dolar menjawab, "Aku habis pergi dari kasino, naik kapal pesiar, lalu ke pertandingan bola, ke supermarket, dan hal-hal semacam itulah .... Kalau kamu?"
Uang kertas satu dolar bilang, "Tau sendirilah ... seperti biasa, aku di gereja terus ...."
"Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu .... "(Keluaran 34:26a)
TANDA-TANDA CINTA
Dua orang sahabat sedang ngomongin tanda-tanda cinta.
"Kelihatannya aku pernah jatuh cinta sebanyak tiga kali," kata salah satunya.
"Kok bisa?" tanya temannya.
"Lima tahun lalu, aku benar-benar sayang sama cewek yang nggak mau berurusan denganku."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu obsesi. Lalu dua tahun lalu, aku bener-bener sayang sama seorang cewek seksi yang nggak ngerti aku."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu nafsu. Dan tahun lalu, aku ketemu cewek di kapal menuju Karibia. Doi cerdas, pinter, dan ramah. Dan setiap aku buntutin doi di atas kapal, perutku mual."
"Apa itu cinta?"
"Bukan," jawabnya. "Itu mabuk laut."
"Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk!" (Mazmur 75:4)
Cerita Seorang Pencuri
Suatu ketika, tinggallah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu, terdiri dari orangtua, dan kedua anak laki-lakinya. Kekayaan mereka sangatlah berlimpah. Lumbung mereka, penuh dengan tumpukan padi dan gandum. Ladang mereka luas, lengkap dengan ratusan hewan ternak. Namun, pada suatu malam, ada pencuri yang datang ke lumbung mereka. Sebagian besar padi yang baru di tuai, lenyap tak berbekas. Tak ada yang tahu siapa pencuri itu. Kejadian itu terus berulang, hingga beberapa malam berikutnya. Akan tetapi, tak ada yang mampu menangkap pencurinya.Sang tuan rumah tentu berang dengan hal ini. "Pencuri terkutuk!!, akan kuikat dia kalau sampai kutangkap dengan tanganku sendiri." Begitu teriak sang tuan rumah. "Aku akan menangkap sendiri, biar rasakan pembalasanku."
Kedua anaknya, mulai ikut bicara. "Ayah, biarlah kami saja yang menangkap pencuri itu. Kami sudah cukup mampu melawannya. Kami sudah cukup besar, tentu, pencuri-pencuri itu akan takluk di tangan kami. "Ijinkan kami menangkapnya Ayah!"
Tak disangka, sang Ayah berpendapat lain. "Jangan. Kalian masih muda dan belum berpengalaman. Kalian masih belum mampu melawan mereka. Lihat tangan kalian, masih tak cukup kuat untuk menahan pukulan. Ilmu silat kalian masih sedikit. Kalian lebih baik tinggal saja di rumah. Biar aku saja yang menangkap mereka." Mendengar perintah itu, kedua anaknya hanya mampu terdiam.
Penjagaan memang diperketat, namun, tetap saja keluarga itu kecurian. Sang Ayah masih saja belum mampu menangkap pencurinya. Malah, kini hewan ternak yang mulai di ambil. Ia sangat putus asa dengan hal ini. Dengan berat hati, di datangilah Kepala Desa untuk minta petunjuk tentang masalah yang dialaminya. Diceritakannya semua kejadian pencurian itu.
Kepala Desa mendengarkan dengan cermat. Ia hanya berkata, "Mengapa tak biarkan kedua anakmu yang menjaga lumbung? Mengapa kau biarkan semua keinginan mereka tak kau penuhi? Ketahuilah, wahai orang yang sombong, sesungguhnya, engkau adalah "pencuri" harapan-harapan anakmu itu. Engkau tak lebih baik dari pencuri-pencuri hartamu. Sebab, engkau tak hanya mencuri harta, tapi juga mencuri impian-impian, dan semua kemampuan anak-anakmu. Biarkan mereka yang menjaganya, dan kau cukup sebagai pengawas." Mendengar kata-kata itu, sang Ayah mulai sadar. Pada esok malam, diijinkanlah kedua anaknya untuk ikut menjaga lumbung. Dan tak berapa malam kemudian, ditangkaplah pencuri-pencuri itu, yang ternyata adalah penjaga lumbung mereka sendiri.
Teman, pernahkan Anda bertanya kepada anak kecil tentang cita-cita dan harapan mereka? Ya, bisa jadi kita akan mendapat beragam jawaban. Suatu ketika mereka akan menjadi pilot, dan ketika lain mereka memilih untuk menjadi dokter. Suatu saat mereka akan mengatakan ingin bisa terbang, dan saat lain berteriak ingin dapat berenang seperti ikan. Walaupun pada akhirnya kita tahu hanya ada satu jawaban kelak, namun, pantaskah jika kita melarang mereka semua untuk punya harapan dan impian?
Begitulah, seperti halnya dalam cerita diatas, ada banyak pencuri-pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita. Mereka, mencuri semua impian, dan merampas harapan-harapan yang kita lambungkan. Mereka, selalu menghadang setiap langkah kita untuk mencapai tujuan-tujuan hidup.
Bisa jadi, pencuri-pencuri itu bisa hadir dalam bentuk orangtua, teman, saudara, atau bahkan rekan kerja. Namun, yang sering terjadi adalah, kita sendirilah pencuri harapan dan impian itu. Kita sendirilah pencuri yang paling besar menghadang setiap langkah. Kita sering temukan dalam diri, perasaan takut, ragu, dan bimbang dalam melangkah.
Terlalu sering kita mendengarkan suara kecil yang mengatakan, "Saya tidak bisa, saya tidak mampu." Atau, sering kita berucap, "Sepertinya, saya tak akan mungkin mengatasinya." "jangan, jangan lakukan ini sekarang, lakukan ini nanti saja. Terus seperti itu. Kegagalan, sering kita jadikan peniadaan dalam melangkah.
Namun, teman, seringkali bisa keliru. Kegagalan, adalah sebuah cara Allah untuk menunjukkan kepada kita tentang arti kesungguhan. Kegagalan, adalah pertanda tentang sebuah usaha yang tak akan berakhir. Kegagalan, adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana meraih semua harapan yang terlewat.
Memang, tak ada kesuksesan yang diraih dalam semalam. Karena itu, yakinlah, dengan kesabaran kita akan dapat meraih semua harapan dan impian. Maka, yakinlah dengan semua impian kita. Jika kita mampu, dan nurani kita mengatakan setuju, jangan biarkan orang lain mencuri impian itu--terutama oleh diri kita sendiri.
Dan teman, jangan jadikan diri kita pencuri-pencuri impian orang lain. Yakinlah dengan itu semua, sebab Allah selalu akan bersama kita.

